Selasa, 22 Desember 2009

Ibu


Liburan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1431 H, ga mudik... Isi hari baca2 buku di toko buku Wali Songo Kwitang.
Lupa judul bukunya tapi terkesan banget ama tulisan ringkas dibalik covernya. Gambar cuma sekedar ilustrasi... Kira2 kalo di"jlentreh"kan (dipanjangin) ceritanya jadi seperti ini:

*
Seorang anak kecil menangis memanggil ibunya :"ibu.... ibu!"

Kaget, sang Ibu datang dengan tergopoh-gopoh: "ono opo tho le?" (ada apa nak?)

Si Anak nunjuk ke lututnya: " ono telek (tahi ayam), buang yo bu, buang.."

Sang Ibu membuang kotoran ayam itu.

Tapi tiba2 si anak nangis lagi sambil bilang: "Balekno balekno..!!" (kembalikan!!)


Ibu dengan sabar mengembalikan lagi telek tersebut ke dengkul buah hatinya.

Dasar anak kecil, aneh2.. Dia nangis lagi: "kok ora podo, kok ora podo?!!?!?"(ko enggak sama)

(*Mungkin si anak ingin menyaksikan posisi semula si telek itu seperti apa tadinya, kok ternyata enggak sama.... tau ah... aneh kok... hehehehe -red)

Kasih sayang ibu emang luar biasa, dicarikannya "telek" lain sambil bergumam: "wis ora opo2, asal besok gede dadi jendral" (gpp deh, asal kelak kamu jadi jendral)

Subhanallah, sekian puluh tahun kemudian si Anak ternyata benar2 menjadi Jenderal...

Dia adalah mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal (Purn) SOEBAGYO HS.

*

Apapun yang terjadi, Kasih Ibu ga akan berkurang, sampai kapanpun

Doa Ibu sungguh luar biasa.... Surga Berada Di Telapak Kaki Ibu


Selamat Hari Ibu.

Read More..

Kamis, 17 Desember 2009

Browsing gratis seumur hidup


Edyan!!! Luar biasa! Judulnya serem....
“Gratis sebulan, dua bulan, atau tiga bulan, sudah nggak zaman lagi. Sekarang zamannya layanan Internetan seumur hidup dan kami pelopornya,” kata Ruby Hermanto, Div Head. Core Product and Branding Smart, di sela Peluncuran Samsung Pinger, di Jakarta, 17 Desember 2009.

Serem juga ya ngliat rebutan nikmatnya kue laba dari bisnis ponsel...

Setelah sekian banyak bermunculan di pasaran, ternyata Smart Telecom (Smart) -ikut2an- meluncurkan ponsel Qwerty, tapi di koridor CDMA, yakni Samsung Pinger SCH-R351.
Tak tanggung-tanggung, Smart langsung membuat terobosan yang diklaim sebagai yang pertama di industri, yakni layanan browsing Internet seumur hidup.

Untuk menikmati layanan cuma-cuma itu, pelanggan cukup merogoh kocek sebesar Rp 999.000 (belum termasuk PPN). Namuuuun.......

Namun, layanan ini hanya sebatas browsing melalui Opera Mini, tidak termasuk download ataupun instant messaging (IM).
“Di luar browsing via Opera, pelanggan tetap dikenakan tarif regular 0,5 rupiah per KB atau memilih salah satu layanan internet unlimited,” terang Ruby.

Kalo masalah fasilitas, yakin deh ga jauh2 ama ponsel Qwerty di harga segitu...
Emang sih, untuk beberapa layanan Smart lebih murah dibanding pesaingnya... :-)

Eits, ini bukan promo lho... cuma sekedar takjub aja... hehehehe...
Ga kebayang gimana cara ngitung tarif atau biayanya...

Tuing2....Tuing2...
Pisss...

.comot dikit2 dari VIVANEWS.COM

Read More..

Rabu, 09 Desember 2009

Berkah Modernisasi


Hari ini tanggal 9 Desember 2009 diperingati sebagai hari Anti Korupsi Sedunia. Omong2 masalah korupsi, alhamdulillah kantor tempat bekerja termasuk pelopor modernisasi yang berarti juga Anti Korupsi.

Kebetulan, baru2 ini telah diterbitkan secara internal buku yang berjudul “Berbagi Kisah & Harapan, Perjalanan Modernisasi Direktorat Jenderal Pajak”.

Saya kurang tau, apakah buku itu akan dicetak dan dikomersilkan atau tidak, tetapi yang saya denger (semoga tidak benar),sudah ada "pihak luar" yang berencana mencetak(dan mengkomersilkan)nya.

Tulisan dibawah ini semacam resensi tentang buku tersebut. Ditampilkan di blog ini seijin penulisnya. Silahkan klik Read More kalo mau baca lengkapnya.... judul asli: "Manusia-manusia Langit"


"MANUSIA-MANUSIA LANGIT"

Kabar telah terbitnya buku “Berbagi Kisah & Harapan, Perjalanan Modernisasi Direktorat Jenderal Pajak” membuatku semakin penasaran untuk segera membacanya, apalagi sebelumnya membaca pengumuman judul – judul kisah yang terpilih yang sebagian judulnya cukup provokatif mengundang minat untuk membacanya…..tapi bagaimana caranya ya?….apakah DJP akan mengirimkan buku – buku tersebut ke setiap kantor atau membuatnya dalam bentuk softcopy…..pertanyaan – pertanyaan yang berputar di kepalaku….

Beruntung salah satu pegawai kantorku termasuk menjadi salah satu penulis yang kontribusinya terpilih untuk dimuat dalam buku tersebut, sehingga mendapat prioritas untuk mendapatkan buku berkah terlebih dahulu, tapi apa daya ternyata peminatnya gak sebanding dengan jumlah buku yang cuma satu….walhasil antrian pun dibuat, dan setelah lebih dari satu minggu menunggu akhirnya kesabaranku membuahkan hasil, dan aku semakin beruntung karena mendapatkan buku tersebut pas dengan libur panjang Idul Adha kemarin.

Tiga hari liburan, disela – sela waktu bersama keluarga, halaman demi halaman kuselami setiap kisah nyata yang dituturkan para penulisnya, mulai dari kisah yang sangat sederhana sampai kisah yang menurutku bukan manusia biasa yang sanggup mengalaminya, sungguh semua kisah yang penuh nilai dan memberikan energi positif bagi para pembacanya…….dan bersamaan dengan bunyi azan dzuhur pada hari libur terakhir dari masjid kompleks, akhirnya selesai juga aku membaca buku berkah ini.

Saat membaca kisah – kisah nyata tersebut tak terasa bibir ini tersenyum membayangkan bagaimana cerdiknya wajib pajak yang diawasi oleh mbak Hanik, karena gak bisa lagi ngasih amplop maka transfer pulsa pun menjadi jalan keluarnya, namun ternyata idealisme yang penuh kesungguhan senantiasa mendapat inspirasi dan diberi jalan keluar oleh-Nya, maka pulsa pun dikembalikan dengan mentransfer kembali ke telepon genggam wajib pajak, aku berpikir mungkin kisah seperti ini satu - satunya yang pernah ada di Indonesia dan itu dilakukan oleh pegawai Direktorat Jenderal Pajak.

Pada menit berikutnya hati ini terasa sesak dan takjub ketika membaca kisah sahabatku Hermawan yang harus berusaha keras meyakinkan penduduk desa yang menganggap penolakan hadiah dari penduduk desa karena nilainya yang terlalu kecil dan ketika ikut merasakan bagaimana perjuangan batin mas Sri Sulton yang harus meninggalkan istri dengan anak sulung yang berkebutuhan khusus…..

Akhirnya bening air ini siap tumpah ketika membayangkan perjuangan mas Nur Fathoni dan mas Ari Saptono ketika harus membuktikan idealisme mereka disaat – saat dimana aku yakin jika berada dalam kondisi seperti itu hanya akan ada segelintir orang yang mampu melewatinya,……dan hati kecil ini berbisik inikah bukti firman Tuhan dalam kitab-Nya “Janganlah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan menyatakan dirimu beriman padahal belum datang ujian kepadamu. Sungguh, orang-orang sebelum kamu telah diuji sampai-sampai mereka bertanya ”kapankah datang pertolongan Allah.”. …. sungguh beruntung, mereka berdua adalah orang – orang yang aku yakini lulus ujian itu.

Walaupun akhirnya Allah semakin menyempurnakan ujian bagi mereka dengan dipanggilnya buah hati mereka berdua ananda Haura dan ananda Razan………….namun saat ini aku yakin bahwa Haura dan Fazan yang sedang bermain – main di taman surga pasti sedang berbangga – bangga kepada malaikat dan Tuhannya bahwa mereka memiliki ayah – ayah yang luar biasa, yang mungkin melebihi para malaikat yang saat ini sedang bermain dengan mereka.

Puluhan kisah lainnya semakin meyakinkan aku…sungguh sebetulnya bangsa ini tidaklah sejelek dan sepesimis yang dibayangkan, masih banyak orang – orang yang ingin berbuat baik untuk negeri ini, dan aku yakin 67 kisah ini hanyalah sebagian kecil dari ratusan bahkan ribuan kisah lain yang mungkin jauh lebih heroik. Seiring dengan bergulirnya waktu……seandainya dibukukan, aku juga yakin akan terdapat ratusan jilid kisah serupa yang akan menghiasi perjalanan modernisasi DJP.

Buat anda semua yang telah berbagi kisah dalam buku berkah ini, yakinlah bahwa seluruh rakyat Indonesia mencintai dan membutuhkan kalian……..jika penulis Helvy Tiana Rosa pernah menulis buku yang berjudul “Bukan di Negeri Dongeng” yang bertutur tentang kisah – kisah wakil rakyat yang ‘melawan arus’ dan tetap memegang idealisme, maka anda semua sangat - sangat layak disandingkan dengan wakil – wakil rakyat tersebut. Bahkan buku dia yang lain yang berjudul “Manusia – Manusia Langit” yang berkisah tentang perjuangan para pembela kebenaran walaupun harus gugur di medan pertempuran……..maka menurutku Anda semuapun pantas mendapat julukan “Manusia – Manusia Langit”.

Aku yakin setelah membaca kisah – kisah dalam buku ini akan ada sesuatu yang tertinggal dalam batin para pembaca dan keinginan untuk melakukan hal yang serupa, untuk itu bolehlah kita mengambil pelajaran dan mengutip nasehat orang bijak “mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, dan mulai saat ini juga”. Serta mengutip tulisan salah satu kontributor “sudah cukup anak bangsa ini mengeluh dan saling menyalahkan. Lebih baik menyalakan satu lilin daripada mengutuk kegelapan”..…mari kita menjadi lilin - lilin kecil yang siap bertebaran di negeri ini untuk kembali menerangi bumi pertiwi yang hampir gelap ini.

Terakhir, meminjam ungkapan Ramadhan KH ketika mengomentari sebuah buku yang cukup inspiratif…….” bahwa semakin banyak orang lain yang tersentuh oleh keberadaan kita, semakin besarlah nilai hidup kita”…. maka agar hidup para penulis yang aku yakin sudah bernilai menjadi semakin bernilai, maka kembali meminjam istilah Ramadhan KH……”hadapkanlah tulisan ini pada orang banyak“, karena aku yakin bisa menjadi kaca bagi semua orang mulai dari presiden hingga rakyat jelata.



yayak@kayu putih

12 Dzulhijah 1430H


M. Hudaya Rosad | 03 December 2009

Download Buku Berkah Modernisasi di sini

Share/Bookmark

Read More..

Kamis, 03 Desember 2009

Cara agar monitor tampil vertikal


Komputer baru, monitor baru... Alhamdulillah....
Layar monitor lebih gede nih! HP L1750 17"!
Hehehehe.... Pertama ngliat, wah lebar buwanget yah.... semula cuma 14", brasa banget gitu bedanya...
Kebetulan nih monitor bisa ber-swivel sehingga bisa di rotate. Sayangnya rotasi monitor ini tidak fleksibel. Cuma bisa diputar ke kanan 90 derajat, yang berarti, dengan letak colokan kabel yang ada dibagian bawah menjadikannya "harus" berada di sebelah kiri. Sedangkan kalau diputar ke arah kiri, cuma bisa sekitar 45 derajat saja.
Seneng banget bisa ngotak ngatik monitor dengan posisi jadi portrait... ga melulu landscape... Lumayan ada variasi lah... Tapi jadi kepikiran, isi layar monitor bisa ga ya ngikutin posisi monitor yang vertikal?

Perkiraan sih untuk setting monitor biar jadi vertikal ada di tombol2 menu yang ada di monitor, ternyata cuma OSD atau On Screen Display menu saja yang dapat di rotasi.
Penasaran, masuk deh ke control panel, display, buka setiap tab yang ada disono... eh.. ga ada juga...
Ternyata eh ternyata...
Kuncinya ada di desktop!
Klik kanan di desktop, pilih graphic options, trus pilih rotation, & pilih 90 Degrees

Selamat menikmati monitor vertikal / portrait.... :-)





Share/Bookmark

Read More..

Rabu, 02 Desember 2009

MiniLyrics


Lagu? Pasti masing-masing orang punya lagu favorit.
Nyanyi? Otomatis lah meskipun cuma sekedar bergumam....
Karaokean? Di Inulvista? Atau tempat karaoke berbayar lainnya?
Ga usah deh....
Suka lagu baru tapi ga apal liriknya?
Tenang... ada software asik nih.. namanya MiniLyrics...
tampilannya kaya gambar di atas tuh... Seru lah bagi yang suka bersenandung...
Apalagi sambil mengerjakan tugas di depan PC.
Udah lama sih tau & disebarkan ke teman-teman di kantor, cuma kurang lengkap aja kalo belum dibagi lewat blog.. Hehehehe...
Download langsung aja dari sumbernya... klik link ini lalu pilih mau dipakenya di desktop atau windows mobile.. gampang kan?
Eits! Punya teks lagu, trus pengen berbagi?

Gampang juga kok... tinggal klik kanan aja di MiniLyrics, pilih Lyrics, lalu pilih Upload... Kalo udah daftar, tinggal pilih file yang berekstensi LRC (file khusus yang bisa kita buat sendiri lewat menu yang ada di software MiniLyrics ini juga).

Luwengkap bangets!!!

Oya, untuk kantor yang pake proxy, sesuaikan settingnya yah... jangan lupa. :-)

Selamat karaokean gratisss....




Share/Bookmark

Read More..
 

© blogger beta templates | Webtalks